AVIANDRI ID

Berkarakter, Mandiri, dan Berwawasan Global

Kisah Syahidnya Anas Bin Nadhar r.a. yang Mencium Harumnya Surga

Kisah Syahidnya Anas Bin Nadhar r.a. yang Mencium Harumnya Surga

Anas bin Nadhar r.a. adalah seorang sahabat Nabi saw. yang tidak sempat menyertai perang Badar. Ia sangat menyesal karena tidak dapat menyertai peperangan yang pertama dan besar dalam sejarah Islam tersebut. Untuk itu, ia sangat berharap dapat menebusnya pada pertempuran selanjutnya. Dan ternyata, kesempatan itu datang pada perang Uhud. Dia turut serta sebagai seorang pejuang yang gagah berani.

Dalam perang tersebut, kaum muslimin telah memperoleh kemenangan terlebih dulu. Tetapi, pada akhir peperangan, disebabkan oleh suatu kekhilafan, kaum muslimin telah mendapatkan kekalahan. Kekhilafan itu terjadi pada beberapa orang sahabat yang telah ditugaskan oleh Nabi saw. untuk berjaga-jaga di suatu tempat. Nabi saw. bersabda, “Kalian jangan meninggalkan tempat ini dalam keadaan apa pun, karena musuh dapat menyerang dari arah belakang.”
Pada permulaan perang, kaum muslimin telah memperoleh kemenangan dan kaum kafir telah melarikan diri. Melihat kemenangan ini, orang-orang yang telah ditunjuk oleh Nabi saw, segera meninggalkan tempat tugas mereka. Mereka menyangka kaum muslimin telah menang dan peperangan telah usai karena orang-orang kafir telah melarikan diri.
Akhirnya, mereka berebut untuk mendapatkan rampasan perang. Pemimpin pasukan tersebut sebenarnya telah melarang dan mengingatkan agar tidak meninggalkan bukit, ia berkata, “Kalian jangan meninggalkan tempat ini, Rasulullah saw. telah melarangnya.” Tetapi mereka menduga bahwa perintah Nabi saw. itu hanya berlaku ketika dalam perang saja.
Mereka turun ke medan perang dan meninggalkan bukit tersebut. Pada saat itulah, pasukan kafir yang sedang melarikan diri melihat bahwa tempat yang seharusnya dijaga oleh kaum muslimin telah kosong. Maka mereka segera kembali dan menyerang kaum muslimin dari arah belakang. Hal ini sama sekali tidak diduga oleh kaum muslimin sehingga mereka kalah dan terjepit dalam kepungan kaum kafir, dan keadaan pun menjadi kacau balau.
Anas r.a. melihat sahabat Sa’ad bin Mu’adz r.a. sedang berjalan. Kata Anas ra., “Hai Sa’ad, mau ke mana engkau? Sungguh, demi Allah, saya mencium harumnya surga datang dari arah Uhud.”
Setelah berkata demikian ia mengacungkan pedang di tangannya dan menyerbu kaum kalir dan bertekad jika belüm syahid, ia tidak akan berhenti berperang. Akhirnya, ia syahid di medan Uhud. Ketika tubuhnya diperiksa, tubuhnya begitu rusak. Kurang lebih terdapat 80 luka akibat terkena pedang dan panah di tubuhnya. Hanya saudara wanitanya yang dapat mengenalinya melalui jari-jari tangannya.

Pelajaran dari Kisah tersebut:
Orang yang ikhlas dan bersungguh-sungguh menunaikan perintah Allah Swt., bahkan ketika di dunia, Allah memberinya kesempatan untuk merasakan nikmatnya surga. Inilah kisah Anas bin Nadhar r.a. yang telah mencium harumnya surga ketika masih hidup di dunia.
***


Referensi: diringkas dari buku Himpunan Fadhilah Amal, karya Maulana Muhammad Zakariyya al-Kandahlawi


Read More
KISAH PERJALANAN  RASULULLAH SAW KE THAIF

KISAH PERJALANAN RASULULLAH SAW KE THAIF


Selama sembilan tahun sejak kerasulan, Nabi Muhammad SAW telah berusaha menyampaikan ajaran agama islam dan mengusahakan hidayah serta perbaikan kaumnya di Makkah, namun sengat sedikit yang menerima ajakan beliau, kecuali orang-orang yang telah awal masuk islam selain mereka, ada orang-orang yang belum masuk islam, tetapi siap membantu Rasulullah SAW. Dan kebanyakan orang-orang kafir Makkah selalu menyakiti dan mempermainkan beliau dan para sahabat beliau.

Abu Thalib termasuk orang yang belum memeluk islam, namun sangat mencintai Nabi Saw. ia akan melakukan apa saja yang dapat menolong Nabi SAW. Pada tanggal sepuluh kenabian, ketika Abu Thalib meninggal dunia, kaum kuffar semakin berkesempatan untuk mencegah perkembangan islam dan menyakiti kaum muslimin.
  
Rasulullah SAW pun pergi ke Thaif. Di sana ada suatu kabilah bernama Tsaqif, yang sangat banyak anggotanya. beliau berpendapat, jika mereka memeluk islam, kaum muslimin akan terbebas dari siksaan orang-orang kafir tersebut, dan akan menjadikan kota itu. Sebagai pusat penyebaran islam. Setibanya di Thaif, Nabi SAW langsung menemui tiga orang tokoh masyarakat dan berbicara dengan mereka mengajak mereka kepada agama Allah, dan mengajak mereka agar membantu Rasulullah SAW.

Namun, mereka bukan saja menolak, bahkan sebagai bangsa Arab yang terkenal dengan adatnya yang sangat menghormati, itupun tidak mereka lakukan. bahkan, mereka menjawab dengan terang-terangan dan menerima beliau dengan sikap yang sangat buruk. mereka menunjukkan perasaan tidak suka dengan kedatangan Nabi SAW.


Pada mulanya, beliau berharap agar kedatangan beliau kepada tokoh masyarakat itu akan disambut akan disambut dengan baik dan sopan. ternyata sebaliknya, diantara mereka ada yang berkata, "Wahai, kamukah orang yang di pilih oleh Allah sebagai Nabinya?" lain berkata, "Tidak adakah orang selain kamu yang lebih pantas dipilih Allah sebagai Nabi?" yang ketiga berkata, "Aku tidak mau berbicara denganmu, sebab jika kamu memang seorang Nabi seperti pengakuanmu, lalu aku menolakmu, tentu itu tidak akan mendatangkan bencana. dan jika kamu berbohong, aku tidak ingin berbicara dengan orang seperti itu." 

Selain itu, dengan perasaan kecewa terhadap mereka, Nabi SAW berharap dapat berbicara dengan orang-orang selain mereka. inilah sifat Nabi SAW yang selalu bersungguh-sungguh, teguh pendirian, dan tidak mudah putus asa. Ternyata, tidak seorangpun diantara mereka yang bersedia menerima beliau. Bahkan mereka membentak beliau dengan berkata, "Keluarlah kamu dari kampung ini! pergilah kemana saja yang kamu sukai".

  
Ketika Nabi SAW sudah tidak dapat mengharapkan mereka dan bersiap-siap akan meninggalkan mereka, mereka menyuruh anak-anak kota tersebut mengikuti Nabi Saw, lalu mengganggu, mencaci, serta melemparinya dengan batu, sehingga sandal beliau berlumuran darah.dalam keadaan seperti inilah Nabi saw .meningalkan Thaif .ketika ,beliau menjumpai sebuah tempat dianggap aman dari kejahatan mereka.Beliau berdoa kepada Allah.
 

"Ya Allah, kepada-Mulah kuadukan lemahnya kekuatanku, kurangnya upayaku, dan kehinaanku dalam pandangan manusia. Wahai Yang Maharahim dari sekalian raahimin, Engkaulah Tuhanku, kepada siapakah Engkau serahkan diriku. Kepada orang asing yang akan memandangku dengan muka masam atau kepada musuh yang Engkau berikan segala urusanku, tiada keberatan bagiku asalkan Engkau tidak marah kepadaku. Lindungan-Mu sudah cukup bagiku aku berlindung kepada-Mu dengan nur wajah-Mu yang menyinari segala kegelapan, dan dengannya menjadi baik dunia dan akhirat, dari turunnya murka-Mu kepadaku atau turunnya ketidakridhaan-Mu kepadaku. Jauhkanlah murka-Mu hingga Engkau ridha. Tiada daya dan upaya melainkan dengan-Mu."
  
Allah SWT penguasa seluruh alampun memperlihatkan keperkasaan-Nya. Demikian sedih doa Nabi SAW sehingga Malaikat Jibril a.s. datang untuk memberi salam kepada beliau dan berkata, "Allah mendengar perbincanganmu dengan kaummu, dan Allah pun mendengar jawaban mereka, dan dia mengutus kepadamu Malaikat penjaga gunung agar siap melaksanakan apapun perintahmu kepadanya".

Malaikat itupun datang dan memberi salam kepada Nabi saw. seraya berkata, "Apapun yang engkau perintahkan akan ku laksanakan. bila engkau suka, akan kubenturkan kedua gunung disamping kota ini sehingga siapa saja yang tinggal diantara keduanya akan hancur binasa jika tidak apapun hukuman yang engkau inginkan aku siap melaksanakannya." Rasulullah saw. yang bersifat pengasih dan mulia ini menjawab :
"Aku hanya berharap kepada Allah seandainya saat ini mereka tidak menerima islam, semoga kelak keturunan mereka akan menjadi orang-orang yang beribadah kepada Allah."


Read More
ADAB TA'LIM WA TA'LUM (BELAJAR DAN MENGAJAR)

ADAB TA'LIM WA TA'LUM (BELAJAR DAN MENGAJAR)

Ta’lim Wa Ta’lum adalah belajar dan mengajar.
Maksud dan tujuannya adalah memasukan Nur Kalamullah ( cahaya ilmu dan pemahaman ayat Al Quran ).

Keutamaan Ta’lim Wa Ta’lum :
  1. Mendapatkan sakinah / ketenangan jiwa.
  2. Dicucuri rahmat oleh Allah Swt.
  3. Dikelilingi para malaikat bershaf-shaf sampai ke Arsy Allah Swt.
  4. Nama kita dibangga-banggakan oleh Allah Swt di hadapan majelis para malaikat.
  5. Menghancurkan 100 majelis lalai bila dilakukan di rumah.
Dalam sebuah hadist disebutkan :

Dari Abu Hurairah r.a, bahwa Rasulullah SAW. Bersabda, "Tidak berkumpul suatu kaum dalam satu rumah-rumah Allah, mereka membaca kitab Allah, saling mengajarkannya sesama mereka, kecuali diturunkan kepada mereka sakinah, rahmat menyirami mereka, para malaikat akan mengerummuni mereka, dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di kalangan malaikat yang ada di sisi-Nya." (Muslim, Abu Dawud)


Kerugian apabila tidak dilaksanakan Ta’lim Wa Ta’lum :
  1. Beramal dengan mengikuti hawa nafsu.
  2. Tidak mengetahui nilai akhirat.
  3. Syetan akan berdakwah dalam rumah kita sehingga maksiat akan merajalela.
Adab-adab Ta’lim terbagi menjadi dua, yaitu :
  1. Adab Zhahiriyah.
  2. Adab Batiniyah.
1. Adab Zhahiriyah, diantaranya :
  • Berwudhu lalu duduk rapat-rapat dengan posisi iftirasy menghadap qiblat dengan tawajjuh kepada Allah Swt dengan memakai wangi-wangian.
  • Membaca dengan jelas dan teratur bila perlu diulangi sampai tiga kali dan tidak menambah dengan kata-kata sendiri. Bacalah apa yang tertulis dalam kitab. Bila belum mampu membaca dengan betul ayat-ayat Al-Quran atau Hadist-Hadist Rasulullah Saw, cukup membaca artinya atau Mafhum hadistnya saja.
  • Apabila disebut nama dari Rasulullah Saw, disunnahkan bershalawat, apabila nama sahabat r.a disebut ucapkanlah “radiyallahu anhum” dan apabila disebut nama orang-orang yang dilaknat maka ucapkanlah “laknatullah alaih”.
  • Bila mendengar kabar gembira tentang pahala dan surga ucapkanlah tasbih, tahmid, dan takbir. Semoga Allah Swt menganugerahkan kepada diri kita.
  • Bila mendengar tentang azab dan siksaan kita memohon perlindungan dari Allh Swt dengan beristigfar atau mengucapkan “na udzubillaahi min dzalik”.
  • Tidak meninggalkan majelis sebelum selesai setan berusaha bagaimana kita berhajat keluar padahal pada saat itu Allah Swt akan menganugrahkan hidayah, jika terpaksa meninggalkan majelis cukup menggunakan isyarat mengangkat telunjuk untuk berwudhu atau buang air kecil, dua jari untuk buang air besar dan mengangkat lima jari untuk keperluan khusus dan tidak akan kembali lagi pada majelis.
  • Buat jaulah ta’lim agar pikir manusia di luar masjid bisa berubah.
2. Adab Batiniyah, diantaranya :
  • Ta’zhim Wal Ihtiram : Mengagungkan dan memuliakan.
  • Tashdiq Wal Yaqin : Membenarkan dan meyakini.
  • Ta’atsur Fil Qalbi : Berkesan di dalam hati.
  • Niyatul Amal Wa Tabligh : Niat mengamalkan dan menyampaikan.

 Pada akhir taklim para mustami' diajak untuk mengamalkan dan menyampaikan apa yang telah didengar kepada orang lain. Selanjutnya majelis dengan doa kifarah majelis:
"Maha Suci Engkau ya Allah, segala puji bagi Engkau, saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Engkau, saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu."

Sekian terima kasih atas kunjungan anda. Silahkan share jika bermanfaat!
Read More
RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 4

RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 4

   A.     Kompetensi Inti
a.         Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
b.        Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman dan guru.
c.         Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah.
d.        Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

      B.  Kompetensi Dasar dan Indikator
Kompetensi Dasar:
SBDP
1.1  Merasakan keindahan alam sebagai salah satu tanda-tanda kekuasaan Tuhan
2.1  Menunjukkan rasa ingin tahu untuk mengenal alam di lingkungan sekitar sebagai sumber ide dalam berkarya seni
3.3 Mengenal unsur-unsur gerak, bagian-bagian gerak anggota tubuh dan level gerak dalam menari
4.11 Menirukan gerak alam di lingkungan sekitar dengan menggunakan level tinggi, sedang, dan rendah


Matematika
2.1 Menunjukkan perilaku patuh pada aturan dalam melakukan penjumlahan dan pengurangan sesuai prosedur/aturan dengan memperhatikan nilai tempat puluhan dan satuan
3.3 Mengenal dan memprediksi pola-pola bilangan sederhana menggunakan gambar-gambar/benda konkret
4.4  Mendeskripsikan, mengembangkan, dan membuat pola yang berulang

Bahasa Indonesia
1.2 Menerima keberadaan Tuhan Yang Maha Esa atas penciptaan manusia, bahasa yang beragam, serta benda-benda di alam sekitar
2.1 Memiliki kepedulian dan rasa ingin tahu terhadap keberadaan wujud dan sifat benda melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah
3.1  Mengenal teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman

4.1  Mengamati dan menirukan teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian

RPP lengkap download di SINI
Read More
RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 2

RPP Kelas 1 Kurikulum 2013 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 2

    A.    Kompetensi Inti
a.         Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
b.        Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman dan guru.
c.         Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah.
d.        Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

    B.    Kompetensi Dasar dan Indikator
Bahasa Indonesia
Kompetensi Dasar:
1.2 Menerima keberadaan Tuhan Yang Maha Esa atas penciptaan manusia, bahasa yang beragam, serta benda-benda di alam sekitar
2.1 Memiliki kepedulian dan rasa ingin tahu terhadap keberadaan wujud dan sifat benda melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah
3.5     Mengenal teks diagram/label tentang anggota keluarga dan kerabat dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman
4.5     Membuat teks diagram label tentang anggota keluarga dan kerabat secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian
PPKn
1.1 Menerima keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan beragama sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah
2.1 Menunjukkan perilaku patuh pada tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah
3.1     Mengenal simbol-simbol sila Pancasila dalam lambang negara “Garuda Pancasila”
4.1 Mengamati dan menceritakan perilaku di sekitar rumah dan sekolah dan mengaitkannya dengan pengenalannya terhadap salah satu sila Pancasila

Indikator
Bahasa Indonesia
3.5.1        Menyebutkan perbedaan perubahan cuaca
3.5.2        Mengidentifikasi komponen tabel
3.5.3        Mencocokkan simbol
4.5.1        Membaca tabel
PPKn
3.1.1        Menyebutkan simbol dan bunyi sila kelima
3.1.2        Mengidentifikasi gotong-royong sebagai perilaku yang sesuai dengan sila kelima Pancasila
3.1.3        Menjelaskan manfaat gotong royong
4.1.2        Melaksanakan gotong-royong

    C.      Tujuan Pembelajaran
a.    Dengan membaca tabel tentang perbedaan cuaca, siswa dapat menyebutkan 5 (lima) perbedaan perubahan cuaca dalam lima hari dengan benar.
b.    Dengan mengamati gambar simbol cuaca, siswa dapat mencocokkan simbol cuaca dengan cuaca yang tepat dengan sesuai.
c.    Dengan mengamati cuaca di sekitar sekolah, siswa dapat mengerjakan proyek tabel cuaca selama lima hari dengan tepat.
d.   Dengan memperhatikan penjelasan guru tentang simbol dan bunyi sila kelima Pancasila, siswa dapat mengidentifikasi simbol dan bunyi sila kelima Pancasila dengan tepat.
e.    Dengan membuat rencana gotong-royong, siswa dapat melaksanakan gotong-royong dengan semangat.

f.     Dengan bergotong-royong, siswa dapat mengidentifikasi gotong-royong sebagai perilaku yang sesuai dengan sila kelima dengan tepat.

RPP lengkap download di SINI
Read More
RPP Tema Indahnya Negeriku Sub Tema Keindahan Alam Negeriku

RPP Tema Indahnya Negeriku Sub Tema Keindahan Alam Negeriku

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 
Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar 
 Kelas/Semester : IV/I Tema : Indahnya Negeriku 
 Sub Tema : Keindahan Alam Negeriku 
 Pertemuan ke- : 2 Waktu : 8 x 35 menit

 A. KOMPETENSI INTI
     1. Menerima, menghargai, dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
     2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, peduli dan percaya diri dalam berinteraksi
         dengan keluarga, teman, ttetangga dan guru.
     3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca).
     4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang
        etis dalam gerakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

 B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
     BAHASA INDONESIA
     1. Kompetensi Dasar
         3.4 Menggali informasi dari teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam dengan
                bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah
                 kosakata baku 
         4.4 Menyajikan teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam secara mandiri
               dalam teks bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku
        2. Indiktor
            3.4.1 Menemukan informasi dari teks jenis-jenis sumber daya alam hayati-nonhayati dan
                       pemanfaatannya dengan kosa kata baku.
            4.4.1 Menuliskan hasil pengamatan tentang satu tempat dalam bentuk paragraf sederhana dengan
                      menggunakan kosa kata yang baku.
 IPS
   1. Kompetensi Dasar
       3.3 Memahami manusia dalam hubungannya dengan kondisi geografis di sekitarnya
       4.3 Menceritakan manusia dalam hubungannya dengan lingkungan geografis tempat tinggalnya.
     2. Indikator
       3.3.1 Mengidentifikasi jenis pekerjaan manusia berdasarkan tempat tinggalnya yang berkaitan sumber
                daya alam hayati-nonhayati dan pemanfaatannya.
       4.3.1 Menceritakan jenis mata pencarian masyarakat sekitar dan hubungannya dengan SDA.
MATEMATIKA
  1. Kompetensi Dasar
       3.7 Menentukan operasi penjumlahan dan pengurangan desimal.
      4.1 Mengemukakan kembali dengan kalimat sendiri , menyatakan kalimat matematika dan memecahkan
            masalah dengan efektif permasalahan yang berkaitan dengan KPK dan FPB, satuan kuantitas,
             desimal dan persen terkait dengan aktivitas sehari-hari di rumah, sekolah, atau tempat bermain serta
              memeriksa kebenarannya
 2. Indikator
     3.7.1 Menentukan hasil operasi penjumlahan desimal.
     3.7.2 Menentukan hasil operasi pengurangan desimal.
     4.1.1 Memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari menggunakan konsep desimal.
Read More
Model Pembelajaran

Model Pembelajaran

I. PENGERTIAN MODEL PEMBELAJARAN
Model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas dari pada strategi, metode atau prosedur pembelajaran. Istilah model pembelajaran mempunyai 4 ciri khusus yang tidak dipunyai oleh strategi atau metode pembelajaran :
1. Rasional teoritis yang logis yang disusun oleh pendidik.
2. Tujuan pembelajaran yang akan dicapai
3. Langkah-langkah mengajar yang duperlukan agar model pembelajaran dapat dilaksanakan secara optimal.
4. Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran dapat dicapai.
jika digambarkan dalam diagram venn :







Keterangan :
A : model pembelajaran
B : strategi pembelajaran
C : metode pembelajaran
D : teknik mengajar


II. MACAM-MACAM MODEL PEMBELAJARAN
A. MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG
1. Pengertian Pembelajaran Langsung
Model pembelajaran langsung merupakan model pembelajaran yang lebih berpusat pada guru dan lebih mengutamakan strategi pembelajaran efektif guna memperluas informasi materi ajar.
2. Macam-Macam Pembelajaran Langsung
Adapun macam-macam pembelajaran langsung antara lain :
1 Ceramah, merupakan suatu cara penyampaian informasi dengan lisan dari seorang kepada sejumlah pendengar.
2 Praktek dan latihan, merupakan suatu teknik untuk membantu siswa agar dapat menghitung dengan cepat yaitu dengan banyak latihan dan mengerjakan soal.
3 Ekspositori, merupakan suatu cara penyampaian informasi yang mirip dengan ceramah, hanya saja frekuensi pembicara/guru lebih sedikit.
4 Demonstrasi, merupakan suatu cara penyampaian informasi yang mirip dengan ceramah dan ekspositori, hanya saja frekuensi pembicara/guru lebih sedikit dan siswa lebih banyak dilibatkan.
5 Questioner
6 Mencongak
3. Ciri-Ciri pada Pembelajaran Langsung
Model pembelajaran langsung mempunyai ciri-ciri, antara lain :
1. Proses pembelajaran didominasi oleh keaktifan guru.
2. Suasana kelas ditentukan oleh guru sebagai perancang kondisi.
3. Lebih mengutamakan keluasan materi ajar daripada proses terjadinya pembelajaran.
4. Materi ajar bersumber dari guru.


4. Tujuan Pembelajaran Langsung
Model pembelajaran langsung dikembangkan untuk mengefisienkan materi ajar agar sesuai dengan waktu yang diberikan dalam suatu periode tertentu. Dengan model ini cakupan materi ajar yang disampaikan lebih luas dibandingkan dengan model-model pembelajaran yang lain.

B. MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
1. Pengertian Pembelajaran Kooperatif
Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak¬tidaknya tiga tujuan penting pembelajaran, yaitu hasil belajar akademik, penerimaan terhadap keragaman, dan pengembangan keterampilan sosial (Ibrahim, dkk, 2000:7).
Menurut Slavin (1997), pembelajaran kooperatif, merupakan model pembelajaran dengan siswa bekerja dalam kelompok yang memiliki kemampuan heterogen.
Pembelajaran kooperatif atau cooperative learning mengacu pada model pengajaran, siswa bekerja bersama dalam kelompok kecil saling membantu dalam belajar (Nur dan Wikandari, 2000:25).
Eggen dan Kauchak (1993: 319) mendefinisikan pembelajaran kooperatif sebagai sekumpulan strategi mengajar yang digunakan guru agar siswa saling membantu dalam mempelajari sesuatu.
2. Macam-Macam Model Pembelajaran Kooperatif
Ada 4 macam model pembelajaran kooperatif yang dikemukakan oleh Arends (2001), yaitu;
1. Student Teams Achievement Division (STAD)
2. Group Investigation
3. Jigsaw
4. Structural Approach
Sedangkan dua pendekatan lain yang dirancang untuk kelas-kelas rendah adalah;
1. Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) digunakan pada pembelajaran membaca dan menulis pada tingkatan 2-8 (setingkat TK sampai SD), dan
2. Team Accelerated Instruction (TAI) digunakan pada pembelajaran matematika untuk tingkat 3-6 (setingkat TK).
Model pembelajaran kooperatif ditandai dengan adanya struktur tugas, struktur tujuan, dan struktur penghargaan (Arends, 1997: 110-111).
a. Struktur tugas mengacu pada cara pengaturan pembelajaran dan jenis kegiatan siswa dalam kelas
b. Struktur tujuan, yaitu sejumlah kebutuhan yang ingin dicapai oleh siswa dan guru pada akhir pembelajaran atau saat siswa menyelesaikan pekerjaannya. Ada tiga macam struktur tujuan, yaitu:
1 Struktur tujuan individualistik
2 Struktur tujuan kompetitif
3 Struktur tujuan kooperatif
c. Struktur penghargaan kooperatif, yaitu penghargaan yang diberikan pada kelompok jika keberhasilan kelompok sebagai akibat keberhasilan bersama anggota kelompok.
3. Ciri-Ciri dan Tahapan pada Model Kooperatif
Menurut Arends (1997: 111), pembelajaran yang menggunakan model kooperatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
 siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menyelesaikan materi belajar,
 kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah,
 jika mungkin, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin yang berbeda-beda,
 penghargaan lebih berorientasi pada kelompok dari pada individu.
Pembelajaran kooperatif dilaksanakan mengikuti tahapan-tahapan sebagai berikut (Ibrahim, M., dkk., 2000: 10)
1 Menyampaikan tujuan pembelajaran dan perlengkapan pembelajaran.
2 Menyampaikan informasi.
3 Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar.
4 Membantu siswa belajar dan bekerja dalam kelompok.
5 Evaluasi atau memberikan umpan balik.
6 Memberikan penghargaan.
4. Tujuan Pembelajaran Kooperatif
Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak¬tidaknya tiga tujuan pembelajaran yang disarikan dalam Ibrahim, dkk (2000:7-8) sebagai berikut:
1 Meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalam membantu siswa memahami konsep-konsep yang sulit.
2 Penerimaan yang luas terhadap orang yang berbeda menurut ras, budaya, kelas sosial, kemampuan, maupun ketidakmampuan. Mengajarkan untuk saling menghargai satu sama lain.
3 Mengajarkan kepada siswa keterampilan kerjasama dan kolaborasi. Keterampilan ini penting karena banyak anak muda dan orang dewasa masih kurang dalam keterampilan sosial.
5. Ketrampilan Pembelajaran Kooperatif
Melalui model ini diharapkan tidak cuma kemampuan akademik yang dimiliki siswa tetapi juga ketrampilan yang lain. Keterampilan-keterampilan itu menurut Ibrahim, dkk. (2000:47-55), antara lain:
1 Keterampilan-keterampilan Sosial
2 Keterampilan Berbagi
3 Keterampilan Berperan Serta
4 Keterampilan-keterampilan Komunikasi
5 Pembangunan Tim
6 Keterampilan-keterampilan Kelompok

C. MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH
1. Pengertian Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Pembelajaran berdasarkan masalah merupakan pendekatan yang efektif untuk pengajaran proses berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran ini membantu siswa untuk memproses informasi yang sudah jadi dalam benaknya dan menyusun pengetahuan mereka sendiri tentang dunia sosial dan sekitarnya. Pembelajaran ini cocok untuk mengembangkan pengetahuan dasar maupun kompleks (Ratumanan, 2002 : 123).
2. Macam-Macam Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Macam-macam pembelajaran berdasarkan masalah Menurut Arends (1997), antara lain :
1 Pembelajaran berdasarkan proyek (project-based instruction), pendekatan pembelajaran yang memperkenankan siswa untuk bekerja mandiri dalam mengkonstruk pembelajarannya.
2 pembelajaran berdasarkan pengalaman (experience-based instruction), pendekatan pembelajaran yang memperkenankan siswa melakukan percobaan guna mendapatkan kesimpulan yang benar dan nyata.
3 belajar otentik (authentic learning), pendekatan pengajaran yang memperkenankan siswa mengembangkan ketrampilan berpikir dan memecahkan masalah yang penting dalam konsteks kehidupan nyata.
4 Pembelajaran bermakna (anchored instruction), pendekatan pembelajaran yang mengikuti metodologi sains dan memberi kesempatan untuk pembelajaran bermakna.

3. Ciri-Ciri dan Tahapan pada Pembelajaran Berdasarkan Masalah
ciri-ciri dari model pembelajaran berdasarkan masalah menurut Arends (2001 : 349), antara lain :
1 Pengajuan pertanyaan atau masalah.
2 Berfokus pada keterkaitan antar disiplin.
3 Penyelidikan autentik. Pembelajaran berdasarkan masalah mengharuskan siswa melakukan penyelidikan autentik untuk mencari penyelesaian nyata terhadap masalah nyata. Mereka harus menganalisis dan mendefinisikan masalah, mengembangkan hipotesis, dan membuat ramalan, mengumpul dan menganalisa informasi, melakukan eksperimen (jika diperlukan), membuat inferensi, dan merumuskan kesimpulan.
4 Menghasilkan produk dan memamerkannya.
5 Kolaborasi. Pembelajaran berdasarkan masalah dicirikan oleh siswa yang bekerja sama satu dengan yang lainnya, paling sering secara berpasangan atau dalam kelompok kecil. Bekerja sama memberikan motivasi untuk secara berkelanjutan terlibat dalam tugas-tugas kompleks dan memperbanyak peluang untuk berbagi inkuiri dan dialog dan untuk mengembangkan keterampilan sosial dan ketrampilan berfikir.
Pengajaran berdasarkan masalah terdiri dari 5 langkah utama yang dimulai dengan guru memperkenalkan siswa dengan suatu situasi masalah dan diakhiri dengan penyajian dan analisis hasil kerja siswa. Kelima langkah tersebut dijelaskan berdasarkan langkah-langkah berikut.
1 Tahap-1
Orientasi siswa pada masalah
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang dibutuhkan, mengajukan fenomena atau demonstrasi atau cerita untuk memunculkan masalah, memotivasi siswa untuk terlibat dalam pemecahan
2 Tahap-2
Mengorganisasi siswa untuk belajar
Guru membantu siswa untuk mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut.
3 Tahap-3
Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok.
Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen, untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah.
4 Tahap-4
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya.
Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video, dan model serta membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya.
5 Tahap-5
Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. (Sumber: Ibrahim, 2000 : 13).
4. Tujuan Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Pembelajaran berdasarkan masalah tidak dirancang untuk membantu guru memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa. Pembelajaran berdasarkan masalah dikembangkan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir, pemecahan masalah, dan keterampilan intelektual; belajar berbagai peran orang dewasa melalui pelibatan mereka dalam pengalaman nyata atau simulasi; dan menjadi pebelajar yang otonom dan mandiri (Ibrahim, 2000 : 7).
Menurut Sudjana manfaat khusus yang diperoleh dari metode Dewey adalah metode pemecahan masalah. Tugas guru adalah membantu para siswa merumuskan tugas-tugas, dan bukan menyajikan tugas-tugas pelajaran. Objek pelajaran tidak dipelajari dari buku, tetapi dari masalah yang ada di sekitarnya.
5. Peran Guru dalam Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Menurut Ibrahim (2003:15), di dalam kelas PBI, peran guru berbeda dengan kelas tradisional. Peran guru di dalam kelas PBI antara lain sebagai berikut:
1 Mengajukan masalah atau mengorientasikan siswa kepada masalah autentik, yaitu masalah kehidupan nyata sehari-hari.
2 Memfasilitasi/membimbing penyelidikan misalnya melakukan pengamatan atau melakukan eksperimen/ percobaan.
3 Memfasilitasi dialog siswa.
4 Mendukung belajar siswa.

http://nsant.student.fkip.uns.ac.id/files/2009/05/makalah-model-pembelajaran1.doc
Read More